Pemecatan CEO Yahoo menjadi kabar panas di tengah minggu ini. Carol Bartz mengaku dirinya dipecat oleh dewan tertinggi Yahoo hanya melalui pemberitahuan telepon. Pemecatan ini tak lepas dari susahnya perjuangan Yahoo selama beberapa tahun terkahir bersaing dengan Google, Microsoft dan raksasa IT lainnya.
Beberapa jam setelah pemecatan Carol Bartz (Selasa, 6 Sep), saham Yahoo naik hampir 6% menjadi $13,67. Kabar pemecatan itu sekaligus menyanggah spekulasi yang selama ini beredar bahwa Yahoo mengalami kebangkrutan dan akan dijual ke perusahaan lain. Dengan perginya Bartz dari kursi CEO kini Yahoo secara tegas mengatakan kalau mereka tidak bangkrut dan masih menjadi perusahaan kuat tanpa perlu diakuisisi oleh perusahaan lain.
Yahoo juga telah memberikan press release terkait pemecatan Bartz. Itu dilakukan sebagai bagian dari rencana strategis untuk memperkuat posisi Yahoo di masa mendatang. Pimpinan Yahoo, Roy Bostock, mengatakan bahwa Yahoo akan kembali pada posisi mereka sebagai pemimpin inovasi industri.
Bartz, 63 tahun, mulai memimpin Yahoo pada Januari 2009 dan berjanji akan membuat Yahoo menjadi perusahaan kuat yang disegani para pesaing. Dukungan terhadap Bartz juga muncul di Wall Street dimana para pemegang saham yakin Bartz mampu berbuat banyak untuk Yahoo. Saat itu Yahoo mampu bertahan dengan menghindari pengurangan tenaga kerja dan terhindar dari pengambil-alihan oleh Microsoft.
Usaha keras Bartz tampaknya tidak memberikan perubahan besar pada Yahoo. Di tahun 2009 saham Yahoo naik sampai 37,5% namun turun 1% di 2010 dengan penutupan Selasa (6 Sept) pada posisi $12,91, turun 22,4% untuk 2011.
Yahoo telah bersaing mati-matian dengan Google dalam hal iklan. Demikian juga dengan Microsoft dan perusahaan lain. Laba bersih Yahoo ada di posisi $7,1 miliar di tahun 2008 namun merosot pada tahun 2009 dan 2010.
Hal itu disebabkan oleh kesulitan Yahoo dalam performa tampilan bisnis iklannya. Sebuah kesepakatan dengan Microsoft untuk mengganti search platform (Bing) juga tidak membawa hasil seperti yang diharapkan.
Ketidakpuasan akan kinerja Bartz terus berkembang terutama karena Bartz dinilai tidak bisa bekerja sama dengan co-founder Jerry Yang. Laporan terakhir menyebutkan sepeninggal Bartz kini operasional Yahoo di bawah kendali Jerry Yang dan Roy Bostock.
Menurut laporan harian New York Times, Yahoo telah menjadi salah satu perusahaan dengan user terbesar yang tersebar di seluruh dunia. Yahoo memiliki lebih dari 600 juta unique visitor untuk semua layanan yang ditawarkan, termasuk search page dan situs media seperti news, finance dan sports.
Namun kerberhasilan Yahoo itu tidak didukung dengan keberhasilan di sisi iklan. eMarketer memprediksi saham iklan Yahoo di Amerika akan turun 13,1% tahun ini setelah sebelumnya juga merosot 14,4% di 2010. Sebaliknya, Facebook justru diperkirakan akan mendominasi pasar iklan global.
Meski demikian Yahoo masih menjadi salah satu perusahaan penting. Yahoo merupakan web portal ketiga terbesar di dunia dan memiliki saham besar di China meski banyak yang memprediksi akan segera dijual dan dialihkan untuk investasi di kampung halaman Yahoo di Amerika Serikat.
Namun dengan menguatnya saham Yahoo hari ini, sepertinya The Board of Yahoo tidak membuat kesalahan dengan melakukan pemecatan terhadap CEO Carol Bartz.
Source