Baru-baru ini Google bersama dengan anggota partisipan lainnya dari Internet Society meluncurkan IPv6, yang dianggap banyak orang sebagai internet abad 21. IPv6 atau Internet Protocol version 6 sendiri adalah protokol internet generasi baru yang menggantikan protokol versi sebelumnya (IPv4). Tujuan utama diciptakan IPv6 ini adalah karena keterbatasan ruang alamat di IPv4 yang hanya terdiri dari 32 bit.
“Hari ini peluncuran IPv6 yang dikoordinasi oleh Internet Society, menandai hari di mana seluruh website yang berpartisipasi, Internet Sevice Provider (ISP) dan produsen network hardware mengaktifkan secara permanen IPv6 paralel dengan Ipv4,” ungkap Vint Cerf, kepala pelopor internet Google.
“World IPv6 Launch” ini merepresentasikan tonggak penting utama dalam penyebaran IPv6. IPv6 adalah pengganti Protokol Internet saat ini, IPv4. Internet Society yakin bahwa IPv6 sangat penting untuk pertumbuhan Internet berkelanjutan sebagai platform untuk inovasi dan pembangunan ekonomi.
Vint Cerf menjelaskan bahwa ketika Internet diluncurkan pada tahun 1983, penciptanya tidak pernah berpikir bahwa miliaran komputer dan perangkat mobile akan menggunakannya untuk online. Ia mengatakan bahwa internet sejauh ini telah memiliki 4,3 miliar space. IPv6, di sisi lain akan memperluas batasan lebih dari 340 triliun. “Tanpa meluncurkan IPv6, kita tidak akan memiliki cukup ruang yang kita perlukan untuk terus tumbuh,” tambahnya.
Setiap perangkat internet memiliki nomor yang dikenal sebagai “alamat IP” yang akan menghubungkannya ke jaringan online global. Namun, sistem penentuan alamat yang saat ini digunakan (IPv4) tidak memiliki cukup ruang lagi. Itulah kenapa IPv6 dirasa perlu mengambil alih. Beberapa pihak yang bergabung dengan “World IPv6 Launch” adalah Microsoft, Comcast, Facebook, Yahoo dan banyak lagi lainnya. Untuk mempelajari lebih jauh mengenai IPv6 dan Internet Society, Anda bisa langsung mengunjungi official website.