
Pemerintah China memang terkenal ketat dalam segala aturan yang dibuat, termasuk regulasi industri perangkat mobile. Yang terbaru, pemerintah China bahkan berencana untuk memperketat aturan pada semua aplikasi bawaan smartphone. Menurut para analis pasar, aturan baru yang akan ditetapkan pemerintah china tersebut akan membantu mendewasakan pasar mobile karena membuatnya lebih transparan. Tapi sebagai dampak pengetatan aturan itu, pembuat ponsel akan mengalami penurunan margin penghasilan.
Hal itu semakin meyakinkan saat Kementrian Industri dan Teknologi Informasi China mengeluarkan memorandum untuk memperkuat manajemen akses terminal network pada 1 Juni lalu. Dengan dikeluarkannya memorandum tersebut diharapkan akan mampu memperketat manajemen akes untuk mobile intelligent terminals, atau untuk smartphone dan tablet.
Di dalam memorandum tersebut dimasukkan aturan bagi para produsen untuk tidak melakukan pengiriman smartphone dan tablet dengan aplikasi yang memiliki: kode berbahaya yang bisa mengumpulkan user data tanpa notifikasi atau pemberitahuan, data berbaya atau biaya pendaftaran atau membocorkan data milik user tanpa seijin user, konten ilegal yang bertentangan dengan hukum negara, dan pelanggaran personal data security dan hal lain yang bertentangan secara hukum.
Menanggapi proposal tersebut, pimpinan China Market Research, Ben Cevender, mengatakan bahwa aturan baru itu tidak akan memperlambat perkembangan industri perangkat mobile di China. Sebaliknya, aturan pemerintah itu akan membantu ‘memaksa’ pasar mobile untuk bisa lebih dewasa dan transparan.
| “Konsumen akan tetap memiliki akses informasi akan ponsel dan teknologi baru yang dibawa, device tersebut akan lebih aman dipakai untuk download dan membeli aplikasi sehingga user tidak perlu lagi khawatir tentang data security atau adanya penyedotan biaya yang tidak diinginkan.” |
Aturan baru itu juga dipercaya akan menjadikan produsen ponsel untuk bisa membangun ekosistem aplikasi yang kuat yang mampu mengedepankan security. Artinya, produsen ponsel tidak akan sembarangan menawarkan aplikasi yang ditengarai bisa mencuri personal data milik user tanpa sepengetahuan user. Dan hal itu menurut Cavender akan sangat menguntungkan calon konsumen.
Seperti diketahui China merupakan pasar ponsel terbesar kedua di dunia, tempat bermacam produsen mobile devices berada. Menanggapi rencana pemerintah tersebut pihak Huawei dan Lenovo mengaku siap untuk menaatinya, meskipun harus diakui bahwa kebijakan tersebut akan memaksa industri perangkat mobile untuk berhati-hati pada aplikasi yang mereka tawarkan bersama produk yang dibuat. Produsen handset juga diperkirakan akan mengalami penurunan penghasilan jika mereka tidak lagi memberikan bundling software, atau jika software partner diketahui memasukkan aplikasi yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah China.
Sementara itu developer Dolphin browser, MoboTap, merasa cukup yakin untuk bisa bertahan di pasar China. Itu tak lepas dari prestasi Dolphin sebagai aplikasi yang telah tersertifikasi oleh Truste, sebuah provider layanan online privacy, yang menyatakan bahwa Dolphin adalah browser yang aman untuk konsumen.
Hmm, sebagai konsumen pastinya Anda akan senang dengan kebijakan untuk aplikasi seperti yang diterapkan di China juga diterapkan di Indonesia. Atau malah sebaliknya?
Source