Demi mempercepat proses produksi dari chip generasi terbaru, Intel rela untuk menginvestasikan dana lebih $4 miliar untuk membeli 15 persen saham ASML, sebuah perusahaan produsen mesin pembuat chip asal Belanda.
Intel akan mengakuisisi 10 persen saham terlebih dahulu, dan 5 persen berikutnya baru akan didapatkan jika proposal tersebut disetujui oleh para pemegang saham dengan nilai $3,1 miliar. Intel juga masih akan menginvestasikan $1 miliar tambahan untuk riset dari teknologi pemrosesan ‘wafer’ (irisan material semikonduktor) 450mm serta extreme ultraviolet lithography.
Para analis memprediksikan bahwa Intel akan mampu menghemat $2 miliar per tahun dengan menggunakan proses teknologi ‘wafer’ 450mm, jika dibandingkan dengan proses 300mm yang umum digunakan pada saat ini. Wafer yang lebih lebar akan mampu menghemat biaya produksi karena jumlah irisan yang bisa dihasilkan juga akan lebih banyak. Transisi semacam ini tercatat mampu memberikan penghematan sebanyak 30 hingga 40 persen dari biaya cetakan.
Untuk teknologi extreme ultraviolet lithography (EUL), secara teori akan mampu memungkinkan adanya jumlah transistor yang lebih banyak dalam tiap mm persegi. Penggunaan EUL plus teknik produksi 450mm diprediksi bakal menjadi sebuah teknologi standar pada dekade ini. Intel juga akan menjadi salah satu produsen chip yang masih setia untuk memproduksi chip lewat pabrik mereka sendiri, bukan via metode outsourcing seperti yang dianut Qualcomm misalnya.
Kerjasama ini akan menjamin posisi ASML sebagai yang terdepan dalam hal produksi chip generasi terbaru, serta mendorong pertumbuhan perusahaan tersebut untuk senantiasa maju dalam mengembangkan teknologi ini.