NewsGpgo.inGopego MagzFans Art

Gadis 17 Tahun Ciptakan Artificial Brain Pendeteksi Kanker Payudara

26 Jul 2012
Gadis 17 Tahun Ciptakan Artificial Brain Pendeteksi Kanker Payudara

Brittany Wenger adalah seorang gadis berusia 17 tahun yang baru saja memenangkan hadiah utama di lomba Google Science Fair 2012 lewat terobosan yang dilakukannya dengan menggunakan teknologi artificial intelligence.

Gadis asal Florida tersebut sukses menciptakan sebuah artificial brain yang digunakan untuk mendeteksi kanker payudara, dan sukses menambahkan keyakinan pada prosedur yang tingkat invasinya masih terbilang minimalis ini.

“Ketika saya mengenal teknologi artificial intelligence, saya benar-benar terpesona. Saya segera pulang ke rumah dan segera membeli sebuah buku pemrograman keesokan harinya sambil memutuskan bahwa saya akan mempelajarinya secara otodidak,” kata Wenger.

Ribuan entry yang diterima secara online oleh panitia Google science fair tersebut mencakup peserta dari sekitar 100 negara, dan Google akhirnya menentukan hanya 15 peserta yang layak untuk memasuki babak final.

Proyek Wenger tersebut menggunakan teknologi artificial intelligence beserta jaringan saraf untuk memungkinkan para dokter menggunakannya dalam prosedur yang dijuluki Fine Needle Aspirate, serta meminimalisir proses dari pemeriksaan jaringan otot ataupun benjolan.

Adapun yang memotivasi Wenger untuk mengembangkan teknologi ini adalah minatnya yang memang sangat besar terhadap teknologi artifial intelligence, serta semangat untuk membantu pengobatan bagi para pasien kanker payudara ketika gejala tersebut masih pada tahap dini. Terlebih lagi mengingat adanya salah seorang anggota keluarganya yang terserang penyakit ini.

“Saya mengajari komputer bagaimana mendiagnosa adanya kanker payudara. Dan hal ini sangatlah penting karena metode biopsy yang digunakan pada saat ini sangat tidak efektif, jadi banyak dokter yang tak bisa menggunakannya. Deteksi dini sangatlah penting, dan hal itulah yang ingin saya capai pada jaringan saraf virtual milik saya.”

Wenger menciptakan sebuah jaringan saraf virtual dengan menggunakan Java dan mengaplikasikannya pada cloud. Dia telah menjalankan 7,6 juta percobaan dan menemukan adanya tingkat sensitivitas sebesar 99,1 persen pada simulasi tersebut.

Wenger mengatakan bahwa proyek miliknya siap digunakan di rumah sakit. Dengan tambahan sedikit coding plus percobaan data minimalis, penemuan miliknya akan bisa digunakan pada masalah medis lain ataupun kanker-kaner lain.

Untuk pencapaiannya ini, Google menghadiahkan beasiswa sebesar $50.000, kesempatan magang dengan salah satu sponsor lomba plus liburan selama 10 hari di pulau Galapagos. Bagaimana Indonesia? Siap menjawab tantangan Google tahun depan?

Source

FROM OUR PARTNER