[image credit: Paul Zimmerman/Getty Images]
Marissa Mayer, CEO Yahoo yang baru bekerja mulai Selasa lalu (17 Juli) memang tengah hamil anak pertamanya. Keputusan Yahoo mempekerjakan seorang pimpinan perusahaan dalam kondisi hamil dinilai merupakan terobosan besar di dunia bisnis. Konfirmasi dari Yahoo, diketahui bahwa memang dewan direksi tidak mempermasalahkan soal kehamilan Mayer dalam mengambil keputusan penunjukkannya sebagai CEO perempuan kedua di tubuh Yahoo.
Hal tersebut juga menjadi angin segar bagi para wanita karir di seluruh penjuru dunia. Yahoo dinilai mencontohkan sebuah kebijakan yang sangat baik, bahwa kondisi hamil bukan menjadi alasan bagi sebuah perusahaan untuk menolak seorang calon karyawan.
Salah satu dukungan terhadap keputusan Yahoo itu tentu saja datang dari ibu-ibu. Dari situs jejaring karir, LinkedIn, sejumlah wanita memberi komentar tentang pengangkatan Mayer menjadi CEO Yahoo, sementara dia tengah berbadan besar karena bayi yang ia kandung akan lahir dalam beberapa minggu mendatang.

User LinkedIn, Sarah M. Johnson, bahkan mengatakan bahwa penunjukan Mayer sebagai pimpinan Yahoo padahal ia tengah dalam kondisi hamil, bisa menjadi inspirasi bagi wanita karir di seluruh dunia. Menurutnya, para ibu yang tengah hamil tetap bisa berkarya di tempat kerja, membuat prestasi yang baik, sembari tidak lupa mengurus keluarga dan merawat anak-anaknya di rumah:

Well, tampaknya bukan saja sosok Mayer yang cerdas yang menjadi sorotan dunia, tetapi kehamilannyapun turut mengangkat pamor Yahoo sebagai perusahaan yang ‘bermartabat’ karena tidak mendiskriminasikan dan menolak wanita hamil di perusahaannya. Sebaliknya, Yahoo telah memberikan posisi yang sangat terhormat bagi Mayer selain juga pemberian kompensasi dan segudang bonus atas kerja keras yang telah ia mulai seminggu ini.
Bagaimana dengan perusahaan tempat Anda bekerja, apakah cukup adil dalam memperlakukan calon pegawai yang tengah hamil?