Para pengamat industri telah seringkali berdebat tentang apakah web apps berbasis HTML5 akan mampu memberikan ancaman serius pada ekosistem native apps yang telah berkembang menjadi sangat besar.
Untuk menjawab perdebatan tersebut, Strategy Analytics baru-baru ini mengulasnya lewat sebuah laporan khusus dan mereka menyimpulkan bahwa web apps berbasis HTML5 TIDAK akan mengancam eksistensi dari ekosistem native apps yang telah mapan.
Apple dan Google telah sama-sama sukses sebuah membangun platform ekonomi yang sangat besar via mobile apps, dan para analis akan selalu mencari tahu bagaimana sebuah standar web terbaru seperti HTML5 akan memberi dampak pada native apps. Laporan Strategy Analytics tersebut mengindikasikan bahwa bukannya menggantikan fungsi native apps, HTML5 malah akan membuka jalan bagi penciptaan hybrid apps.
“HTML5 bukanlah masa depan dari apps. Sekalipun para developer senantiasa bermimpi untuk bisa menulis sebuah bahasa pemrograman (coding) tunggal yang bisa berfungsi di platform apapun, namun dukungan yang telah terfragmentasi serta batasan API di dalam HTML5 akan membuat mimpi tersebut tidak mungkin terealisasi,” kata Josh Martin dari Strategy Analytics.
“Kami bahkan memprediksi bahwa masa depan ada di tangan hybrid apps. Model bisnis yang telah ada pada saat ini bersifat terlindungi, dan pemilahan antar ekosistem ataupun di dalam ekosistem itu sendiri akan tetap utuh/terpelihara, dan hal tersebut akan memungkinkan proses konsumsi apps untuk bisa terus berlanjut. Hasil akhirnya adalah iOS, Android dan Windows Phone akan tetap menjadi platform yang dominan.”
Strategy Analytics kemudian mencatat bahwa perusahaan-perusahaan layanan seperti PhoneGap, Sencha, Brightcove dan Marmalade telah memberikan kesempatan bagi para developer untuk menggabungkan pengembangan dari native app beserta open web standard seperti HTML5.