Di tengah buruknya kondisi Nokia saat ini, yang perlu dicermati adalah rilis smartphone terbaru dengan kamera 41MP. Yup, itu adalah smartphone Nokia PureView 808 yang sangat menarik perhatian publik karena adanya sensor kamera yang begitu tinggi. Munculnya Nokia PureView 808 menjadi unik mengingat di sisi lain Nokia masih harus berjuang untuk memasarkan smartphone Nokia Lumia Series berbasis Windows Phone OS, yang tidak menuai sukses di pasar Amerika dan Eropa.
Hanya mengandalkan kekuatan pada prosesor single-core 1,3GHz dan Nokia Symbian Belle OS, PureView mampu memanfaatkan kamera 41MP. Hal ini tentu saja menjadi pukulan telak bagi smartphone lain yang secara umum berlomba-lomba dalam hal prosesor.
Namun apakah Nokia PureView sukses di pasaran?
Menurut data situs ZDnet, empat operator seluler di Inggris memutuskan untuk tidak turut memasarkan Nokia PureView. Sisanya, opsel Three Inggris masih menimbang apakah akan menjual PureView atau tidak. Juru bicara Three Inggris mengatakan bahwa “tidak ada ketertarikan pada ponsel itu tetapi saat ini Three tidak ingin mempublikasikannya.”
Tidak dipungkiri bahwa konsumen memang tertarik dengan gebrakan kamera 41MP di kamera. Sayangnya, opsel yang seharusnya menjadi rekan kerja Nokia justru tidak tertarik membantu Nokia memasarkan PureView. Bahkan dengan tidak adanya opsel Inggris yang mau menjual Nokia PureView seharusnya menjadi kesempatan bagi Three untuk menjadi satu-satunya opsel penyedia PureView, nyatanya Three masih berpikir ulang sebelum memutuskan.
Nokia seharusnya menyadari bahwa PureView bukanlah ponsel canggih, desain buruk, dijalankan oleh sebuah OS terbaru yang memiliki fitur lengkap, tetapi ditinggalkan oleh konsumen. Belum lagi dengan harga yang dibanderol untuk wilayah Inggris, 500 poundsterling (US$785), tanpa adanya dukungan dari opsel untuk potongan harga.
Jadi, kenapa Nokia tetap nekat rilis PureView 808?



Image credit: ZDnet