
Image credit: Wired
Grup hacker paling populer saat ini, Anonymous, dikabarkan telah mulai menguak detail dari data yang mereka retas. Data berisi 49GB cache itu mereka klaim sebagi data konsumen di AAPT (perusahaan telekomunikasi tebesar ke-3 di Australia). Anonymous Australia bahkan menjanjikan pengungkapan detail data tersebut dengan mencantumkan contoh dari data yang mereka curi.
Data yang diungkap ke publik oleh Anonymous terdiri dari beberapa bagian; enam data pada Pastebin (1,2,3,4,5 dan 6) serta empat file di dalam dump (copy dari data yang ada di dalam storage). Semua informasi tersebut dikatakan sebagai data tentang akun bisnis AAPT serta contact untuk persetujuan bisnis itu.
Menurut situs Zdnet, data tersebut berisi informasi tentang konsumen dan staff bisnis AAPT, termasuk di dalamnya nama, nomor telepon, gelar dan alamat email dari contact person yang disertakan dalam setiap perjanjian bisnis. Tak kalah mengkhawatirkan, data tersebut diperkirakan juga berisi jumlah dana yang dikeluarkan perusahaan (kemungkinan untuk kerjasama dengan AAPT) setiap bulan. Menanggapi hal itu AAPT telah memberikan keterangan pekan kemarin bahwa data milik mereka memang telah diretas via provider miliknya di Mebourne IT. Namun AAPT tidak memberikan keterangan apakah benar hacker Anonymous berada di balik pencurian data tersebut.
Situs Zdnet secara eksklusif telah menghubungi pihak AAPT untuk mengetahui tentang dump data itu. Tampaknya data di dalam dump memiliki password. Informasi yang ada di bocoran Pastebin, password tersebut disimpan dalam plain text, tetapi diacak, terdiri dari huruf vokal dan kapital serta panjangnya antara 8 hingga 11 karakter. Informasi tersebut mengindikasikan bahwa pemilik ID sengaja disembunyikan oleh password itu atau disamarkan dengan cara lain. Tapi di dalam dump files, ada lebih dari ribuan password yang tidak acak dan sepertinya bisa ditemukan siapa usernya.
Data dalam dump files berisi tanggal lahir dan status pernikahan dari contact yang ada di akun milik konsumen. Hal ini tentu saja memungkinkan pihak lain untuk turut mendapatkan data tersebut untuk kemudian digunakan sebagai senjata melakukan kejahatan lebih lanjut.
Di dalam video yang mereka upload di Youtube, Anonymous menjelaskan motif mereka melakukan peretasan terhadap AAPT. Menurut grup hacker itu, “Pemerintah Australia merasa memiliki hak untuk melakukan sensor dan filter terhadap kehidupan sehari-hari baik pribadi maupun sosial” dan karenanya grup Anonymous merasa “jijik dengan keputusan pemerintah Australia itu, baik dari segi pemanfatan kekuasaan, uang dan keserakahan yang ada di baliknya.”
Hmm, melihat motif di balik hacking yang dilakukan grup Anonymous, apakah menurut Anda mereka akan melakukan hal serupa di Indonesia?