[Image Credit: Reuters/Noah Berger/Files]
Marissa Mayer adalah salah satu orang penting Google yang bergabung sejak Google berdiri. Dan kini cukup mengejutkan ketika ia memutuskan hengkang ke Yahoo sebagai CEO. Apa yang ditawarkan Yahoo pada Mayer sehingga perempuan ini bersedia meninggalkan Google?
Dalam waktu setengah tahun di 2012 ini Yahoo telah berganti-ganti CEO dan Mayer merupakan CEO Yahoo ketiga sepanjang tahun ini. Kondisi Yahoo yang kian merosot dan dinilai tidak mampu memberikan layanan baru yang menarik pada user menjadikan saham Yahoo terus merosot. Munculnya produk dan layanan dari Google dan Facebook juga dinilai sebagai pesaing utama yang sulit dikejar Yahoo.
Hengkangnya Mayer dari Google ke Yahoo juga menjadi perhatian investor ternama, Marc Andreessen. Dari konferensi Fortune industry di Aspen, Colorado, Andreessen mengatakan;
“Ini adalah pendapat saya tentang keputusan Yahoo yang telah memilih seorang CEO yang fokus pada produk. Ini adalah sebuah komitmen besar pada dewan direksi Yahoo untuk mencapai strategi berbasis produk.”
Masuknya Mayer diyakini Andreessen bisa memutar nasib Yahoo 180 derajat dari hari ini, seperti yang telah terjadi pada Apple beberapa tahun lalu. Saat itu Apple juga berada di ambang kebangkrutan sebelum Steve Jobs datang dan membalikkan keadaan melalui produk-produk inovasi. “Ini adalah pekerjaan berat bagi Marissa,” jelas Andreessen.
Mayer akan memulai kerjanya sebagai CEO Yahoo pada Selasa ini (17 Juli 2012), bersamaan dengan jadwal pengumuman penghasilan Yahoo untuk kuartal kedua 2012. Pada Senin kemarin Mayer sempat nge-tweet bahwa dirinya ‘luar bisa senang’ dengan jabatan barunya.
Mayer bekerja di Google sejak perusahana tersebut berdiri, sebagai seorang engineer wanita dan telah memimpin berbagai divisi bisnis di Google. Divisi yang pernah ia pimpin termasuk departemen desain dari Google search engine. Jabatan terakhirnya di Google adalah sebagai penanggungjawab layanan lokal dan location.
Kini Mayer telah melangkah masuk ke Yahoo. Apakah ia mampu mengeluarkan Yahoo dari jurang kebangkrutan, atau justru akan bernasib sama seperti CEO Yahoo sebelumnya?
Source