Tak perlu terkejut jika Google self-driving car sudah mendapatkan lisensi di dua negara bagian, Nevada dan California. Mobil pintar Google ini dinilai cukup aman, karena sebagian besar kecelakaan yang terjadi di jalanan diakibatkan oleh kesalahan manusia. Pengendara robot ini lebih aman dibanding pengemudi Amerika.
Hari Selasa kemarin Google mengumumkan bahwa sef-driving car miliknya telah melengkapi 300.000 mil test drive di bawah beragam kondisi yang luas. Dan semua itu dilakukan tanpa adanya kecelakaan apapun. Untuk memberikan gambaran lebih jelas, rata-rata pengemudi Amerika memiliki catatan kecelakaan setiap 165.000 mil.
Situs Mashable mendapatkan angka dengan cara seperti berikut: jarak tempuh rata-rata per tahun adalah 16.550, menurut Federal Highway Administration; rata-rata lama waktu kecelakaan lalu lintas adalah 10 tahun, menurut Allstate. Di kota-kota, terutama yang aman seperti Fort Collins dan Colorado, jumlah tersebut bisa meningkat sampai 14 tahun. Angka ini masih tidak sepadan dengan 300.000 mil milik Google.
Proyek Google menggunakan Toyota Prius yang dilengkapi dengan kamera, radar sensor dan laser range finders untuk melihat lalu lintas, software canggih menggunakan Google Maps untuk navigasi rute. Sepasang pengemudi manusia selalu di mobil, siap mengambil alih jika terjadi kerusakan apapun, meski Google mengatakan bahwa simulasi sekarang hanya akan menggunakan satu manusia per mobil. Selain itu perusahaan juga baru saja menambahkan RX450h Lexus untuk armada Prius.