Apakah Anda penggemar game? Sebagian penggemar game mungkin ingin memiliki model fisik dari karakter digital yang mereka favoritkan. Namun, terkadang karakter yang ada tidak tampak menyerupai karakter asli dan secara fisik mungkin terlihat sedikit aneh. Anatomi yang dihasilkan komputer mungkin tidak bekerja di dunia nyata. Dengan kata lain, model fisik dari sebuah video game mungkin terlalu berat untuk berdiri sendiri dan lengannya dapat diposisikan sedemikian rupa.
Namun, software baru saat ini telah dirancang untuk memecahkan masalah tersebut, dengan mengambil setiap karakter komputer tiga dimensi dan kemudian menggunakan printer 3D untuk membuat action figure yang dirakit secara penuh. Software ini dikembangkan oleh tim dari Harvard’s School of Engineering and Applied Sciences, the Technische Universität Berlin and Cornell University.
Tim tersebut mendemonstrasikannya dengan membuat model makhluk dari Spore, sebuah video game berbasis evolusi, di mana pemain menciptakan hewan animasi dengan hampir semua kombinasi fitur fisik.
Mengambil model digital sebagai titik awal, program ini pertama kali akan menentukan di mana sendi harus ditempatkan, berdasarkan cara makhluk tersebut bergerak di dunia virtual. Kemudian software akan menetapkan ukuran dan lokasi dari sendi, dengan mempertimbangkan hukum fisika bahwa model plastik dari makhluk harus mengikuti dunia nyata.

Hal ini dapat membuat sendi berengsel dan menciptakan sedikit gesekan, sehingga model akan mampu menahan pose mereka. Software ini juga mampu menganalisa sering didefinisikan sebagai tekstur kulit kasar virtual dari model komputer dan memperhalus menjadi permukaan kulit dengan resolusi lebih tinggi pada action figure.
Selain kemungkinan penggunaan untuk pembuatan mainan, para peneliti juga percaya bahwa teknologi ini dapat bermanfaat bagi animator, seperti cara yang sama dengan seniman tradisional yang menggunakan boneka kayu “posable” ketika menggambar orang. Mungkin animator bisa mendapatkan wawasan memanipulasi model dari karakter yang mereka kerjakan.
Pada titik tertentu, ketika teknologi memungkinkan, software ini bahkan mungkin dapat membuat model bergerak. “Mungkin seseorang di masa depan akan menciptakan printer 3D yang mencetak tubuh dan elektronik dalam keadaan utuh. Kemudian Anda bisa menciptakan karakter animasi lengkap dengan hanya menekan sebuah tombol,” ungkap Moritz Bacher, penulis utama makalah penelitian ini.