
Melalui kesempatan Intel Developer Forum di San Francisco baru-baru ini, Intel mengungkapkan mengenai langkah baru untuk menghadirkan ide menarik pada Ultrabooks mereka. Ultrabooks baru nantinya akan menggunakan prosesor Intel Core generasi keempat berdaya rendah yang berbasis Haswell microarchitecture. Apa yang menarik dari ide ini?
Intel menjadwalkan akan memperkenalkan Ultrabook dan PC baru pada tahun 2013, mereka menjanjikan peningkatan baterai dan prosesor, grafis serta kinerja media. Intel melihat bahwa prosesor baru tidak hanya cara untuk lebih cepat, lebih dingin, lebih ringan, lebih tipis dan lebih aman, tetapi juga sebagai sarana membuka desain mobile dan software interaktif.
Salah satu idenya adalah membuat Ultrabook ke dalam platform yang sangat interaktif dengan indera canggih yang memungkinkan untuk lebih intuitif, interaksi alami antara komputer dengan pengguna. Intel akan merilis Perceptual Computing Software Development Kit beta untuk pengembang pada awal tahun depan.
Ide di balik komputasi persepsi ini adalah untuk menyediakan Ultrabook dengan indera seperti manusia sehingga memungkinkan komputer untuk memahami maksud pengguna. Kuncinya adalah kamera Creative Intel, yang merupakan screen-mount system dengan low-power HD 760p image sensor yang dirancang untuk bekerja dalam jarak dekat, beserta dengan 3D depth array dan dual microphone array.

Dengan Creative camera, Intel berharap pengembang software akan hadir dengan aplikasi canggih yang dapat meningkatkan interaksi pengguna. Salah satunya adalah pengenalan suara atau speech recognition, yang diharapkan dapat berfungsi lebih baik daripada sekedar tahap “meneriakkan perintah”, sehingga dapat berjalan lebih alami, seperti terjemahan bahasa secara real-time.
Fitur lainnya adalah facial analysis untuk pengenalan wajah, menentukan usia dan jenis kelamin pengguna, pelacakan wajah dan bahkan sesuatu yang sederhana seperti mengetahui ketika pengguna sedang tersenyum atau tidak. Kegunaan lain untuk komputasi persepsi adalah memberikan virtual interface pengguna. Dengan pelacakan jarak dekat, pengguna dapat menjangkau dan memanipulasi objek pada layar atau mengendalikan aplikasi dengan gerakan sederhana.
Terkait dengan hal tersebut, 2D/3D tracking akan memungkinkan image pengguna untuk berbaur ke dalam layar. Karena komputer melacak tangan pengguna dan fitur wajah, maka akan memungkinkan bagi pengguna untuk memanipulasi objek dan melakukan hal-hal seperti mencoba kacamata di dunia virtual. Kapan kira-kira Intel akan mewujudkan semua ide mengesankan itu?

