
Pernah dengar tentang Internet Engineering Task Force? Jika belum, perkumpulan ini adalah sebuah komunitas terbuka berskala internasional yang terdiri dari para network designer, vendor, dan juga pelaku riset yang misinya adalah untuk mengorganisir, melakukan coding pemograman, riset dan juga mendokumentasi berbagai macam standar yang terus bekembang bagi bermacam-macam aplikasi online.
Minggu ini, komunitas tersebut telah resmi mengesahkan Opus Interactive Audio Codec sebagai sebuah standar baru untuk audio online. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas suara dari segala hal yang meliputi streaming radio hingga VoIP calls, juga untuk menekan biaya yang diperlukan oleh tiap pengguna.
Codec Opus tersebut dikembangkan oleh sebuah konsorsium yang terdiri dari para periset Mozilla, Xiph.org, Skype, Microsoft, dan Broadcomm. Codec-codec audio sebelumnya memang dioptimalkan untuk penggunaan spesifik, misalnya MP3 untuk musik, SILK untuk voice, dan seterusnya.
Opus menjanjikan adanya kualitas suara yang jauh lebih baik dan untuk berbagai keperluan, tidak spesifik seperti kedua contoh di atas, bahkan pada tingkatan bitrate yang lebih rendah. Opus mampu beralih dari satu codec ke codec lain berdasarkan besar bandwidth yang dideteksi untuk mengurangi tingkat latensi.

Arah dari pengembangan Opus ini akan lebih mengasyikkan lagi, karena seluruh perusahaan yang tergabung dalam proyek Opus memutuskan bahwa codec tersebut bersifat open-source dan bebas royalti. Sekedar catatan, sekalipun banyak yang senang mendownload file dengan format MP3, format codec tersebut telah dipatenkan, dan siapapun yang menggunakannya harus membayarkan biaya lisensi pada pihak pemegang paten.
Well, untuk saat ini masih banyak yang harus dilakukan oleh Opus untuk mengejar ketertinggalannya. Tidak ada plugin khusus yang diperlukan untuk bisa melakukan voice/video chat via web browser yang menggunakan codec Opus.
Firefox telah menghadirkan dukungan native playback untuk bisa memainkan file-file Opus, Google saat ini masih sedang mengimplementasikannya pada Chrome, dan Skype juga tak mau ketinggalan untuk segera menghadirkannya pada versi terbaru.
Kualitas suara yang jauh lebih baik untuk tarif yang lebih murah jelas akan menjadi sebuah masa depan yang ideal bagi dunia internet bukan?