NewsGpgo.inGopego MagzFans Art

Kodak Ajukan Dokumen Perlindungan Kebangkrutan

19 Jan 2012
Kodak Ajukan Dokumen Perlindungan Kebangkrutan

Pada Jumat, 30 September 2011 lalu, untuk pertama kali saham Eastman Kodak menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Ketidakpercayaan para investor pada Kodak cukup mengindikasikan Kodak tengah menuju kebangkrutan. Tapi saat itu Kodak optimis tidak akan mengajukan dokumen pailit.

Hampir empat bulan setelahnya, Kodak harus angkat tangan. Pelopor dunia fotografi yang telah berkecimpung selama lebih dari 130 tahun itu harus mengaku bangkrut. Produsen yang memperkenalkan Brownie Camera satu abad lalu itu telah mengajukan perlindungan kebangkrutan dari kreditor setelah konsumen di seluruh dunia pindah dari film ke teknologi digital.

Kodak yang bermarkas di Rochester, New York, menyisakan daftar aset seharga $5,1 miliar dan hutang $6,8 miliar. Keterangan itu dimasukkan dalam Bab 11 di dokumen yagn mereka serahkan pada Pengadilan Kepailitan Amerika di Manhattan.

Robert Burley, seorang profesor di Ryerson University Toronto, mengatakan bahwa Kodak telah terjebak dalam waktu. Burley juga merupakan orang yang mengabadikan ditutupnya fasilitas Kodak di Amerika, Kanada danPerancis sejak tahun 2005:

           
“Sejarah mereka begitu penting bagi mereka, merupakan sejarah abad-tua yang sangat kaya ketika mereka membuat banyak hal yang menakjubkan dan menghasilkan banyak uang. Sekarang sejarah besar itu telah berubah menjadi sebuah hutang.”

Kodak didirikan oleh George Eastman, yang mengembangkan metode fotografi dry-plat sebelum memperkenalkan kamera Kodak pada tahun 1888. Eastman kemudian menemukan film, sehingga memungkinkan Thomas Edison untuk mengembangkan kamera film, memungkinkan munculnya kamera Brownie seharga $1 dan juga munculnya film Kodachrome.

Selain itu Kodak juga menjadi perusahaan pertama yang memproduksi kamera digital, di tahun 1975. Tapi produk itu harus disimpan karena akan mengancam bisnis film mereka. Hal itu diungkap oleh Perez dalam sebuah wawancara di bulan Maret 2011, merupakan mantan petinggi Hewlett-Packard yang kemudian bertugas di Kodak pada tahun 2005.

Munculnya iPhone di 2007 kemudian diikuti oleh smartphone Android dengan sensor kamera resolusi tinggi tampaknya sangat mengguncang Kodak yang pernah berjaya dalam bisnis film fotografi. Perpindahan ke kamera digital sangat mempengaruhi nasib Kodak. Hasil riset juga menunjukkan ketatnya persaingan dengan produsen asing dari China dan Amerika menjadikan Kodak mengalami masalah keuangan serius.

Source

FROM OUR PARTNER